KISAH SEORANG AYAH BERSAMA ANAKNYA

0
167

 

Tidak bosan membaca yg satu ini. Penuh haru dan..

KISAH SEORANG AYAH BERSAMA ANAKNYA

Seorang ayah ingin mengajarkan kepada anaknya sejak dini yg baru kelas 3 SD untuk mengatur uang jajannya…

Sang anak diberi uang Rp. 30.000 perminggu (termasuk ongkos antar) Biasanya uang tersebut diberikan sang ayah sehari sebelum anaknya masuk sekolah.

Pada Ahad pagi mereka berdua hendak jalan-jalan ke kota untuk menikmati liburan.
Sebelum berangkat, tak lupa sang ayah memberikan uang jajan mingguan anaknya dengan tiga lembar uang Rp 10.000. Dan uang tersebut disimpan rapi dalam saku celananya.

Di tengah keasyikan sang ayah dan anaknya menikmati hari libur mereka, tiba-tiba keduanya dikejutkan dengan kedatangan seorang kakek pengemis yang telah tua renta sambil memelas.

Tak tega melihat sang kakek tua yang memelas itu, sang anak dengan sigap langsung mengeluarkan 3 lembar uang Rp10.000,- dari saku celana dan diberikan seluruhnya
Kontan saja kakek pengemis ini terlihat sangat senang seraya mengucapkan rasa syukur dan terimakasih yang tak terkira kepada sang anak dan ayahnya ini.

{?} Setelah si kakek tua berlalu, sang ayah bertanya…

“Sayang… kenapa kamu berikan semua uangmu untuk kakek itu…??? Bukankah satu lembar saja sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya hingga nanti malam…???”

“Ayah… kalau kakek tua itu ikhlas menerima yang sedikit, maka aku ikhlas untuk memberikan yang lebih besar..!” Jawab anaknya dengan wajah tersenyum.

“Tek..!!!” Hati sang ayah langsung tersentak kaget mendengar jawaban tersebut.

“Nah…! terus uang jajanmu untuk seminggu ke depan bagaimana…?” Tanya sang ayah mencoba mengujinya.

“Kan aku masih punya ayah dan bunda..!!!
Tidak seperti kakek tua itu yang mungkin hanya hidup sebatangkara di dunia ini…!” balas anaknya.

“Kenapa kamu begitu yakin kalau ayah dan bunda akan mengganti uang jajanmu…? Ayah nggak janji loh…!?” Kembali sang ayah mengujinya.

“Kalau ayah merasa bahwa aku adalah amanah dari Allah yang dititipkan kepada ayah dan bunda…, maka aku sangat yakin ayah dan bunda tak akan membiarkan aku kelaparan seperti kakek tua itu…” jawab sang anak mantap.

Seakan sang ayah tak percaya dengan jawaban dari putranya hingga ia *kehabisan kata-kata*. Ia tak menyangka jawaban seperti itu keluar dari seorang bocah kelas 3 SD. Ia seperti *sedang berhadapan dengan seorang ulama besar* dan ia tak bernilai apa-apa ketika berada di hadapannya..!

MAASYA ALLAH…

_Lalu ia berjongkok dan memegang kedua pundak buah hatinya itu_

“Sayang… ayah dan bunda janji akan selalu menjaga dan merawatmu hingga Allah Ta’ala tetapkan batas umur ini… Ayah sangat sayang padamu naaak…” Sambil kedua matanya berkaca-kaca seolah tak kuat menahan haru

Sambil memegang kedua pipi ayahnya, sang anak pun membalas…

“Ayah tak perlu berkata seperti itu… Sejak dulu aku sudah tahu bahwa ayah dan bunda sangat mencintai dan menyayangiku…!
Kelak jika aku sudah dewasa aku akan selalu menjaga ayah dan bunda…! Dan *aku tidak akan membiarkan ayah dan bunda hidup di jalanan* seperti kakek tua itu…!!!”

Dan airmata sang ayah pun tak terbendung mendengar jawaban tulus dari anaknya itu. Dipeluklah tubuh mungil itu dengan sangat erat.
Dan keduanya larut dalam haru dan kasih sayang

Kapankah kurikulum kita bisa menghasilkan mental anak yang seperti ini???

Semoga kita terinspirasi dari cuplikan kisah ini, dan bermanfaat bagi kita sekalian…

امين يااللّه ياربّ العالمين…
Aamiin Yaa Rabb..

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.